Minggu, 14 Agustus 2011

Perasaan itu kini telah berubah

Kalau ngebaca postingan tua itu, asli bawaannya ngakak. waaah, labil banget ifa yaaa. Dasar si ifa gak bisa nahan diri, sebentar sebentar sedih, galaau. Itu sih lumrah yaa. Tapi kalau dipikir pikir melow bangeet. 
Aduh Ya Allah, bener bener gak kepikiran deh malunya kayak mana. Yaa sudah lupakan ifaaaa :o Aaa tapi tetep aja maluuu. Lupakaaaan !

Untuk kedua kalinya aku menangis bukan karena perasaan atau jiwaku yang sedang terguncang, Tapi karena mereka yang pernah bahkan tengah merasakan hal itu. Aku bener bener gak sanggup melihat mereka kecewa karena orang yang mereka sayangi. Yaaa, mungkin kita pernah merasakan hal yang hampir sama. Tapi perasaan kekalutan ini tentu ada bedanya. Jika kamu si orang pertama karena itu dan orang kedua karena ini, sementara aku karena ketiba-tibaan. Yaaa gak perlu diceritain karena apa.

Saat aku tahu jujur aku tak mengerti ada apa dengan semua ini ? Aku berharap akulah orang terakhir yang meneteskan buliran air mata itu, namun ternyata masih ada selanjutnya. Sampai sampai terpikir olehku, tak bisakah kamu berhenti untuk menyakiti kaum kami ? Siapa yang selanjutnya akan mengeluarkan air mata hanya untukmu ? Siapa ? CUKUUUUP ! Dan BERHENTILAH ! Karena mungkin kamu tidak pernah merasakannya. Jika kamu berkata pernah, mmm sungguh aku tidak begitu yakin. Ya Allah, hamba benar benar tersiksa dengan perbuatannya selama ini. Tak bisakah dia berhenti untuk menyakiti para keturunan tulang rusuk adam ? 

Cinta ? Apa arti cinta itu sebenarnya ? Sungguh aku tidak mengetahui apa arti cinta sesungguhnya. Apakah aku pernah jatuh cinta ? Jawabannya aku tidak tahu. Aku tidak tahu, karena aku tidak ingin mencari tahu bagaimana sesungguhnya perasaan ku ini. Ketika akau menelusuri perasaan ku, itu hanya membuatku sakit. Jadi biarlah perasaan itu berjalan seperti bagaimana air mengalir. Aku juga tidak mengerti kenapa aku tak ingin menelusurinya, mungkin karena aku takut kecewa dengan perasaan ku sendiri, atau aku trauma ? Ntahlah. Jika temen temen melihat sorotan mataku, atau mereka membaca postingan lamaku dan mereka berkesimpulan aku telah jatuh cinta kepadanya. Yaa aku hanya tersenyum. Jujur, aku tak ingin mempunyai perasaan itu. Karena aku ingin perasaan cintaku hanya untuk pemilik sekeping hatiku. Tapi yaa namanya perasaan siapa yang bisa menahan. Ibarat kata cerita cinta mario teguh "Cinta itu seperti kupu-kupu. Ketika kamu menginginkannya dia akan pergi jauh. Tetapi dia bisa datang kepadamu ketika kamu tidak ingin dia datang". Yasudah mau diapakan lagi ? Yaa disyukuri dan dijalani.

Kalimat kalimat itu membuat seluruh tubuhku menggigil, aku bener bener kalut, aku bener bener gak menyangka, shocked, ntahlah aku tak bisa mendeskripsikannya. Ternyata perasaan dia padamu sudah mencapai tahap cinta. Tapi mengapa kamu begitu tega untuk menghancurkan perasaannya ? Kenapa ? Toloooong berhentilaaaaaah ! Cobalah untuk membalas perasaannya, karena aku tahu dia sungguh bisa memberikan apa yang kamu inginkan. Cobalah menghargai orang yang sudah menyayangimu bahkan sudah mencintaimu. Tolooooong, jangan biarkan air mata mereka yang menyayangimu jatuh lagi. Hargailah mereka. Karena aku tak pantas untukmu :)

Yaaa pada paragraf 2 tadi ada kata pernah yang sengaja untuk dibuat seperti itu. Karena perasaan itu kini telah berbeda. Jujur dulu setiap kali ada chat atau apapun yang berhubungan dengan kamu, aku senang, aku tersenyum. Yaa mungkin karena faktor perasaan kali yaa. Tapi itu d u l u. Sekarang setiap kali memulai untuk berbincang, perasaan senang atau bahagia itu tak tampak lagi. Yaaa biasa aja gitu perasaannyaa. Mungkin masih ada, tapi lebih terselimuti oleh kekhawatiran. Mungkin itu kekhawatiran dengan perasaan yang hampir tertanam atau kekhawatiran karena takut jatuh lagi ke dalam lubang oleh orang yang sama. Aku tak ingin teman teman berpikir kalau aku bodoh hanya karena aku masuk ke dalam lubang berkali kali karena orang yang sama. Sungguh aku tak ingin. 

Ifa sih senang dengan perasaan ifa sekarang, karena akhirnya waktu itu datang juga. Mungkin Allah telah menjawab semua pertanyaan bahwa dia bukanlah yang terbaik, atau mungkin ada jawaban yang lain ? mmm. belum terpikirkan. Setidaknya mempunyai perasaan ini terasa lebih baik :) Apakah ini juga karena faktor Allah mempertemukan diriku dengan sosoknya ? Tak tau tak tau tak tau. Kok bisa bisanya begitu cepat masuk ? haah bener bener penasaran. Yang penting jika dia memang yang terbaik Allah akan memberikannya, jika tidak Allah memberikan lagi pelajaran yang baik lagi untukku. Dan jangan terlalu banyak berharap, jika itu hanya menimbulkan kagelisahan yang sungguh amat terlalu. Harus yakin bahwa Allah akan mempertemukanku dengan pemilik sekeping hatiku. Ya Allah jagalah hatiku sampai saatnya tiba. Terima kasih Allah

Dan buat kamu, kamu Insya Allah kuat melalui ini semua. Percayalah bahwa Allah itu akan memberikan yang terbaik untukmu.Kuat yaaa ! 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar