Senin, 05 September 2011

inspirasiku

Assalamu'alaikum pemirsa-pemirsa. Alhamdulillah banget yah, akhirnya ifa ngupdate lagi.
Wah wah. Kali ini nggak tau mau cerita tentang apa. Soalnya udah puas dan lancar banget curhat sama diri sendiri. Karena lebih aman, lebih terpecaya, dan tau apa sih yang mau diinginkan. Dan kali ini nggak bakalan mau curhat lagi ! Tobat tobat orang orang pada tau x_x. Cuma mau bercerita tentang laki-laki ituu alias my brother. Aku mengaguminya, aku menyayanginya karena dia mampu mengajarkan ku untuk tidak lelah dalam menunggu.
Hari itu nggak tau mesti ngapain soalnyaa suntuuuuuk banget. Suasana lebaran sih, tapi yaa cuma dirumah aja. Soalnya bunda mesti dinas x_x. Lagi lagi harus dirumah. Nonton ? Bosaan ! Main ? Nggak ada yang mau dimainin. Pergi jalan ? Nggak tau sama siapa. Karena mereka-mereka masih mudik. megang hp ?
Asli pengen buang hp jauh jauh. BADMOOD setengah mampus sama hp.aslinya sih nggak tau mau ngapain sama hp. Ini akibat logika, emosi bermain perasaan pun terkalahkan ! Yaa gini jadinyaa. Tapi ifa nggak nyesel kok, kan jadi tau apa yang sebenarnya. Makasih Ya Allah. Ini pasti ada hikmahnya.
Bingunglah sudaah. Untung ada novel yang ngganggur di kamar. Yaa itu aja kerjaan seharian, olahraga mata bersama novel. Sampaaaaai sore tiba. Ketika maghrib menjelang, ane kedatangan tamu gan. The best couple ({}).
Si ceweknyaa asli lembut banget suaranyaa. Kalau bicara sama dia, asli deh minder. Haaa mau bicara selembut itu jugaaa. Ya Allah ada yah wanita sesopan dan selembut dia. Kalau udah ngomong, brrrr tak akan mau mata ini berpaling. Subhanallah wanita itu. Kaaak suaramu juga selembut hati mu. Alhamdulillah yah.
Dan cowoknya haha. Males muji dia, ntar makin makin ******nya haha. Iyah kamu. Ifa kaguuum sekali. Ada yaa laki-laki yang kayak dia. Memperlakukan wanitanya sangat waaah, kayak putri bangeet. Bicara sama dia juga lembut. Coba bicara sama kami ? Hah, boro-boro. Nggak juga sih, tetep lembut. Hampir 6 tahun dia mampu bertahan dengan perasaannya, dengan wanitanya. Tidak pernah ada sedikitpun dia meninggalkan wanitanya. 1 tahun perjuangannya untuk mendapatkan wanitanya. Dia tak pernah menyerah, dia tak pernah meninggalkan harapan yang telah dia berikan. poin pertama dia setia.
Saat itu, saat mereka mau pergi. Si abang nggak sengaja nginjak flatnya si kakak. Terus si kakak kesal sedikit gitu, nggak sampe marah. Terus si abang minta maaf "haha maaf nggak sengaja. Maaaaf, nggak sengaja. Nggak keliatan" kata si abang sambil menatap si kakak. Dan tau apa yang ifa lihat. Yaaa ketulusan ! Subahnallah, ifa nggak pernah menatap tatapan itu sebelumnyaa. Tatapan seorang laki laki kepada pacarnyaa. Aaah tulus tulus banget. Nggak sadar, air mata sudah berlinang dipelupuk mata. Bener bener aaah ketulusannya oke punya. Dan untuk pertama kalinya air mata ini mampu terjatuhkan atas nama ketulusan itu. Lebih tepatnya tatapan ketulusan itu.
Dari bukti ini, dan dari wejangan dari dia. Ifa jadi yakin, Allah bakalan ngasih ifa seseorang yang terbaik jika ifa mampu menjadi yang terbaik juga.
Yaaaa mungkin belum saat ini. Karena mungkin aja saat ini ifa disuruh belajar lagi. Karena ifa belum banyak ilmunya sampai saatnya tiba.
Kesetiaan ketulusan itu Insya Allah akan selalu ada jika kita mampu menghidupinya dengan keyakinan kita !
Jadiii, biarkan lah perasaan ini terus mengalir seperti air yang mengalir. Tapi, air yang mengalir juga tidak selalu tenang. Ada saatnya dia akan pecah ketika dia harus bertemu dengan batu. Namun, ketika dia mampu menghadapi batu air akan kembali seperti semula. Boleh mengalirkan perasaan seperti air, namun harus mampu membuat perisai perasaan itu.Mm jadi jangan coba coba berusaha mendatangkan atau menghilangkan perasaan. Karena perasaan bagian yang sangat aktif dan susah untuk dikendalikan !
Aku senang, karena pada hidup ini aku dapat merasakan suka, sayang, cinta, sakit. Aku senang aku saat ini atau pernah disayangi, disukai, dan dicintai. Dan aku bahagia karena saat ini atau pernah menyukai, menyayangi, dan mencintai. Setidaknya aku mampu memberikan warna pada kehidupan ku. Dan untuk mereka yang saat ini atau pernah menyukai, menyayangi, dan mencintai aku atau disukai, disayangi, dan dicintai oleh aku. Terimakasih yaa. Karena kalian sudah membaginya kepadaku, dan memberikan izin (tanpa sepengetahuan atau tidak) menorehkan nama dikehidupanku.
Saat ini aku harus mampu lebih lagi dan lagi untuk sabar, ikhlas, tawakal dalam urusan ini.
Makasih Allah, makasih dunia :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar