Kehidupan adalah suatu realita yang harus kita jalani. Banyak orang yang tidak bersyukur akan kehidupannya. Terkadang, ifa pun seperti itu. Ifa begitu tersentak, ketika seorang guru biologi mengatakan bahwa "Manusia itu tidak pernah bersyukur. Ketika mendapatkan kesusahan, dia mengeluh. Namun ketika dia sudah senang, malah meminta lebih". Kehidupan itu memang sulit. Penuh dengan lika-liku. Yaa itulah kehidupan. Jika di dalam kehidupan hanya terdapat jembatan yang lurus, tidak terdapat lubang atau duri itu bukanlah kehidupan. Bagaimana kita bisa menjadi yang lebih baik lagi, jika hanya mendapat sesuatu yang diinginkan saja. Bahkan, besar kemungkinan akan memperburuk keadaan kita.
Jika kita balikkan keadaannya, yaitu kehidupan yang penuh dengan duri tanpa adanya kesenangan. Percaya tidak percaya, kalau gak mau percaya juga gak apa-apa, akan banyak yang mengeluh. Malah, mau cepat untuk kembali ke tanah (y). Gak nyambung emang. Karena apa ? Sulitnya untuk mengahadapi hidup.
Makanya dari pada itu, Allah SWT telah mengatur semuanya. Tidak ada yang bisa mengubah Qudrah dan Iradahnya. Kembali lagi kepada diri kita sendiri, jalan mana yang mau kita tempuh. Jalan kiri atau kanan ? Jalan surga atau neraka ? Jalan tol atau jalan raya ? Garing banget yaaa.
Udah ah, postingan seperti ceramaha ini jika bermanfaat yaa Alhamdulillah. Kalau bosan yang membaca, yaa mau gimana. Ini hanya sekedar menyalurkan isi hati, untuk belajar ceramah lewat tempat ini. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar