Sekarang aku terbang bebaaaaas !!!
Alhamdulillah ! Sebuah kata yang mungkin tepat untuk aku ucapkan. Kata orang "semua ada hikmahnya". Yaa inilah hikmah dari keputusan yang awalnya sepihak itu.
Dulu saat masih ....... aku sempat berpikir "kayaknya enak juga yaa kalau aku bisa bebas. Aku tidak ada beban, tidak ada yang harus aku pikirkan, terus aku bisa bebas dari namanya permainan hati. Kalau aku bebas jadi aku hanya fokus ke tujuan yang Insya Allah menjamin masa depan aku. Saat ini aku sepertinya tidak terlalu membutuhkan 'pengisi hari-hari', karena aku punya keluarga, sahabat, teman yang udah lebih dari cukup bagi aku."
Yaak pikiran ini beberapa kali pernah terbesit dibenakku. Sebuah pikiran yang tidak ada rasa bersyukurnya. Aku tersadar, ternyata banyak diluar sana orang yang meminta untuk ditangkap lalu tumbuh bersama. Tapi aku malah meminta untuk terbang bebas. Aku tidak ingin untuk menyakiti perasaan seseorang lagi. Aku tidak ingin permainan ini jadi reversible untuk yang kedua kalinya. Aku tidak ingin apa yang aku lakukan menjadi boomerang lagi bagi aku. Aku harus kembali ke prinsip awal aku "dia yang memulai dia juga yang harus mengakhiri". Akhirnya aku urungkan keinginanku untuk meminta terbang bebas. Aku memutuskan untuk 'tetap' bukan karena keharusan ku untuk menjalani prinsip yang udah aku buat, tapi aku 'menetap' karena keinginanku. Karena aku tidak ingin menjalaninya dengan kepura-puraan, aku ingin berjalan dengan sebuah keikhlasan. Mmmm butuh beberapa minggu untuk menyadari hal ini.
Pada suatu saat aku mendengar cerita dari temanku, aku kaget, shocked, terkejut atas apa yang temanku ceritakan. Lain di mulut lain di orang. Aku langsung berpikir bahwa inilah jawaban atas pikiran yang pernah terbesit itu. Kini aku bisa terbang bebas. Inilah waktu yang tepat untuk terbang, bukan waktu saat pikiran itu terlintas dibenakku.
Aku tidak menyesal aku pernah berpikir seperti itu. Dan aku malah senang aku bisa mengurungkan niat aku, aku bisa melaksanan prinsip aku bahwa pada akhirnya memang dia yang mengakhiri.
Keputusan ini adalah sebuah keputusan sepihak. Jujur aku awalnya tidak tahu sama sekali. Saat mengetahuinya aku sempat kaget karena tidak ada pemberitahuan sama sekali. Ntah mungkin lupa, atau sengaja aku gak tau juga. Tapi ya udahlah gak perlu juga dipikirkan lagi.
Saat mengetahuinya sih aku sedih, kecewa karena mengakhirinya tidak dengan cara yang baik. Sebuah cara yang mendekatkan ke permusuhan. Menurut aku sih wajar wajar aja yaa aku sedih, aku kecewa, karena siapa sih ketika berakhir langsung biasa biasa aja. Tapi Alhamdulillah sedihnya aku, kecewanya aku cepat hilangnya. Mungkin karena aku udah ada feeling bahwa janji yang aku minta bakalan tidak akan dilaksanakan, atau mungkin karena keperkasaan benteng-benteng aku, atau mungkin 'something' yang membuat aku lebih kuat, atau mungkin karena perasaan aku yang masih sebatas garis kuning. Dan mungkin juga tidak terlalu banyak yang mampu mebuatnya membekas. Ntahlah aku juga tidak tahu karena apa aku bisa cepat pulihnya.
Disini tidak ada yang bisa disalahkan. Bukan aku, dan bukan juga dia. Kenapa aku mengatakan aku tidak salah ? Karena memang bukan aku yang aku melakukannya. Kenapa aku mengatakan dia tidak bersalah walaupun dia yang melakukannya ? Karena dia memang punya hak untuk melakukannya, dan aku tidak punya hak untuk melarang atau mencegahnya melakukan ini. Toh aku juga tidak ada keinginan untuk mempertahankan, tidak ada sama sekali.
Benar kata sahabatku, bahwa aku banyak belajar darinya. Aku belajar untuk tidak egois. Aku belajar untuk sabar ketika reaksi yang aku harapkan tidak sesuai harapan. Aku belajar untuk menyadari kesalahan dan segera meminta maaf. Aku belajar untuk segera memaafkan tanpa harus dibujuk. Aku belajar untuk meniadakan iba pada diriku ketika kalimat kalimat yang tidak pernah aku dengar namun terdengar juga. Aku belajar untuk menerima komentar ketika diriku dikoreksi. Aku belajar untuk bersyukur. Aku belajar untuk segera bangkit ketika aku dijatuhkan. Intinya aku banyak belajar bagaimana seharusnya menyikapi 'seseorang'.
Aku ingin mempunyai sebuah kesempatan untuk mengakhirinya dengan cara yang baik-baik. Dengan sebuah ketenangan bukan kemarahan. Berakhir dengan kedamaian bukan kebencian.
Jika kesempatan itu ada aku juga ingin mengucapkan terima kasih, dan permohonan maaf.
Aku juga ingin mengatakan, 'jika kini, atau nanti telah bertemu lagi dengan bintang lainnya jangan berjanji untuk sekedar janji. Katakanlah janji jika mampu untuk memenuhinya, mampu untuk melaksanakannya. Jangan katakan janji jika hanya akan meninggalkan sebuah harapan. Karena tidak semua orang seperti aku. Aku yang sulit untuk mempercayai orang terutama janjinya."
Yeeeeeee ! Alhamdulillah Ya Allah !! Kini sedihku telah hilang, bahagiaku tengah gemilang. Akhirnya tantangan-Mu telah usai. Akhirnya aku memperoleh hasil yang luar biasa. Kini aku terbang bebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas ! Terbang bebas untuk semua mimpiku. Terbang bebas untuk ditangkap lagi hahaha =)).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar